Print

Badan Diklat Kalsel Terima Sertifikat Akreditasi B

Written by Super User on . Posted in Terbaru

Banjarmasin, BARITO Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menerima Sertifikat Akreditasi B dari Kepala Lembaga Admistrasi Negara (LAN) RI. Sertifikat diserahkan Deputi Bidang Pembinaan Diklat Aparatur LAN RI, Prof Dr Endang Wirjatmi Trilestari MSi kepada Kepala Badan Diklat Provinsi Kalsel, Drs Wahyuddin MM.

Penyerahan tarot disaksikan Kepala Bidang Diklat Aparatur PKP2A III LAN Samarinda, DR AndiTaufik pada pembukaan Sosialisasi Pembaharuan Diklat Aparatur di Hotel Jelita Banjarmasin, belum lama tadi.

Gubemur Kalsel, Rudy Ariffin dalam sambutan tertulisnya mengatakan, lembaga diklat mempunyai peran penting dan strategic dalam mensukseskan pelaksanaan reformasi birokrasi yang berjalan sekarang.

"Apapun nilai sertifikasi yang didapat, yang terpenting adalah kemauan untuk menerima masukan dan rekomendasi dari LAN, di dalam memperbaiki aspek-aspek yang masing kurang dalam penyelanggaraan kediklatan di lingkungan Pemrpov Kalsel," katanya.

Wahyuddin menambahkan, diterimanya sertifikat akreditasi B ini akan menjadi motivasi jajarannya untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan diklat, yang selanjutnya diharapkan tercapai nilai tertinggi yakni akreditasi A.

"Untuk meningkatkan SDM, kita mengikutkan aparatur Badan Diklat dan tenaga Widyaiswara ke berbagai pelatihan," ujamya.

Sementara, Deputi Bidang Pembinaan Diklat Aparatur RI, Prof Dr Endang Wirjatmi Trilestari MSi mengatakan, perkembangan lingkungan ekstemal maupun internal menuntut adanya peningkatan kompetensi aparatur yang makin tinggi dan spesialisasi, sehingga hares dibarengi dengan pelaksanan diktat yang berkalitas.

"LAN berkewajiban menjadi kualitas diklat," ujarnya.

Dikatakan, pihaknya secara berkala melakukan monitoring, evaluasi dan meninjau. Bila tidak memenuhi kualifikasi, sertifikat yang diberikan dapat dicabut kembali sebagimana diatur dalam Surat Keputusan Kepala LAN Nomor 2 Tahun 2008.

Dari 33 provinsi di Indonesia, 31 Badan Diklat memperoleh sertifikat akreditasi, baik A maupun B yang diserahkan bertahap. Dua provinsi yang belum adalah Kepulauan Riau dan Sulawesi Barat karena keduanya belum memiliki Badan Diklat. rel/sim

(Sumber : BARITO POST edisi Senin, 12 Nopember 2012)